Payung Mana yang Anda Pakai?

Standar

Hujan mengguyur Yamaguchi, Jepang semenjak 3 hari dalam lalu. Sungguh bukan hujan banyak, akan tetapi hujan ini patut membuat weather sungai bergolak dan meluap sehingga ke daerah aliran sungai sekitarnya. Tentu saja jangan dibayangkan air jadi menggenangi rumah-rumah orang, maupun jalanan macet hal ini karena genangan surroundings. Seolah-olah halnya masyarakat di dalam sini, weather pun lewat oleh sopan, dalam tempat ia semestinya lewat, diantaranya sungai. Sungai in Yamaguchi lebar serta dalam, hanya kawasan aliran sungai in kanan kirinya yg dibiarkan bebas yang apapun, setelah itu jalan yang tentu saja lebih besar dari sungai tersebut sendiri. Musim hujan pasti tengah bertandang, menyediakan kesejukan pada permulaan summer yang panas dan lembab.

Nyata yang menarik aku amati sejak dalam beberapa minggu yang lalu, terutama ketika musim panas memulai ada. Gadis-gadis dalam ini selain melindungi wajahnya oleh sunblock ridelle SPF 60, juga memakai topi dan ngakl abaikan payung (saya juga tidak hendak kalah). Seandainya payung dimana mereka pakai amat amat berbeda melalui payung yang lumrah saya lihat masa musim dingin setahun lalu. Masa musim dingin yang normal diselingi hujan, orang-orang memakai payung berwarna cerah hingga transparan (putih), oleh ukuran dalam standar banyak. Warna transparan bermanfaat saat hujan muncuk bukan melalui atas, seandainya dari depan. Kami tena mampu melindungi badan tapi tetap bisa melihat jalan karena bukan tertutup dengan payung. Muncul pula versi warna warni atau bergambar bunga-bunga namun ada salah satu sisi yg transparan. Pemberian bagian transparan sekarang tentu dengan tujuan agar jika disyaratkan memakai payung hanya posisi condong ke depan, tidak membahayakan karena \ menutup penglihatan. Payung di sini. sangat berguna bila bersepeda, oleh sebab itu, tangan kanan mendapatkan setang sepeda, tangan kiri mendapatkan payung, lalu jalanan masih terlihat dengan benar.

Jas-jas hujan di sini pun telah didesain sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan kemudian keamanan bagi pemakainya, terutama que permite pengendara sepeda. Bagi laki-laki jas hujan terdiri atas celana dan atasan. Atasan mempunyai tutup kepala yg menutup sampai ke bagian hidung. Bagian dalam menutup dari bile hingga ke hidung berwarna transparan, hingga wajah terlindung melalui air hujan akan tetapi mata masih bisa melihat melalui sempurna. Sebagai jas hujan wanita rata-rata berbentuk gamis lebar yg nyaman setelah itu cantik. Oleh tutup kepala yang berdesain sama seolah-olah di jas hujan pria. Warna-warna aktuella pun luar biasa sepert ungu, green, dan sebagainya. Oleh karena itu ingat dgn jas hujan di dalam Indonesia yang warnanya cuman antara abu-abu, hijau TNI / coklat.

Beda oleh payung hujan, Harga payung hias bentuknya lebih kecil dengan warna-warna gelap misalnya coklat, hitam kemudian gradasi diantaranya. Ukuranya layaknya payung untuk putra hanya lebih lebar sedikit. Gagangnya jua tidak terlampau panjang, dan ini bukan payung lipat. Ramah pria ataupun wanita bukan malu-malu kemana-mana membawa payung pada tangan, dikarenakan memang payung sekarang anti UV (begitu tulisannya). Nah, amat sangat tidak dianjurkan memakai payung ini saat hujan ada, karena dalam pasti tubuh \ terlindungi melalui sempurna dan jika wajib memakainya sambil bersepeda tetao sangat berbahaya, karena jalanan tidak tetao terlihat kalau payung diletakkan condong ke muka. Setidaknya itulah yg saya alami 2 hari sekarang, berhujan-hujan memanfaatkan payung summer months. Habis bakal bagaimana pula, saya tidak punya jadi payung hujan, sudah rusak berkali-kali terkena angin kencang.

referensi :
www.pusatpayunghias.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Payung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s