Langkah-langkah Metode Produksi Jamur Tiram

Standar

Proses Produksi (Budidaya) Jamur Tiram

Pengumpulan Bahan-Bahan kemudian Peralatan. Bahan-bahan: serbuk kayu, dedak padi/bekatul, tepung jagung, dolomit/kapur, gips lalu air. Peralatan: plastik baglog, cincin paralon, tali plastik, kapas, plastik penutup baglog, cangkul, sekop, ayakan, plastik terpal, dan sterilizer.

Pengayakan Serbuk Kayu, perlu dialkukan buat menghomogenkan ukuran serbuk kayu dan untuk menyaring adanya serpihan-serpihan tajam yg mendapat merobek plastik pembungkus media.

Pencampuran Bahan-Bahan, pertama-tama bahan-bahan dicampur/diaduk via merata, setelah itu ditambahkan air bersih, diaduk lagi maka merata. Total air lumayan ditandai dengan cara menggenggam campuran music, tidak terlalu basah (tandanya air merembes), tidak pula kurang (tandanya dapat disimpulkan bila digenggam kemudian dilepas gumpalan press langsung “pecah”)

Pengomposan (1-3 hari), tindak ini perlu diaplikasikan untuk “melunakkan” music, analoginya misalnya mengunyah makanan hanya gigi kemudian ludah sebelum buka ke lambung, hingga bibit jamur lebih mudah “mencerna” mass media itu. Dibiarkan aja tiada lain bisa (48 quickly pull maks) namun tuk mempercepatnya dapat dilakukan dengan cara menyarankan zero, 1% b/v larutan EM4 murni (tanpa diencerkan) ke di dalam air sebelum growing media diaduk (langkah 3).

Pembentukan mixer baglog jamur, media dimasukkan ke serius plastik PP yg agak tebal, dipadatkan melalui botol ataupun kayu tumpul, diikat erat melalui tali plastik.

Sterilisasi Baglog, via mengukusnya dalam drum yang dimodifikasi selama eight jam. Ekstra bagus lagi oleh alat sterilizer yang dibuat khusus dalam terbuat yang tembok.

Pendinginan Baglog, Proses pendiginan agak reda, / biarkan selama 1 malam.

Penanaman (inokulasi) Bibit Jamur, Proses ini dilakukan dalam ruangan yang bersih dan yang tidak terbuka. Sesudah bibit diinokulasi kira-kira 1 sendok makan full untuk a single, 5 kilos growing media, ujung baglog dipasang cincin paralon (pvc) ataupun yang bambu (diselipkan ke ujung plastik) kelak disumbat dengan kapas baru, diikat dgn karet gelang.

Inkubasi Baglog, baglog disimpan in ruang inkubasi selama forty five hari, maupun setelah growing media ditutupi miselium jamur secara komplet.

Pembukaan Baglog, ujung baglog dipotong persis in bawah cincin, lain baglog ini diletakkan pada rak inkubasi. Proses perawatan dilakukan via mengurus suhu setelah itu kelembaban ruangan inkubasi. Tiap pagi dan uncomfortable sebaiknya disemprotkan air bersih ke serius ruangan, ngak usah menyemprot langsung ke mass media, karena bilamana kelebihan air, media mampu busuk.

Pemanenan Jamur, sehabis satu minggu (paling lambat 2 minggu) media telah ditumbuhi jamur tiram. Pemanenan kedua (bisa sampai empat kali panen) pada growing media yang sama seringnya lebih cepat. Indikator press yang bagus menghasilkan jamur sebanyak 30-50% melalui berat media mulanya.

Pengemasan Produk, jamur dibersihkan melalui kotoran-kotoran (sisa media) dalam melekat, dikemas di plastik, udaranya dikeluarkan lalu di-seal menggunakan vacuum sealer bags. Ketahanan jamur rebanar yang di-vacuum di udara terbuka dalam bersih biasanya approximately for five hari, minus vacuum 3-4 hari, di dalam lemari pendingin (cooler) 10-15 celcius, dalam di-vacuum bisa bertahan hingga 3 minggu. Tanda-tanda jamur yang tidak segar lagi, terlihat layu, berair, warnanya menguning.

referensi :
www.indahmesin.com/9-profile/36-spesifikasi-mixer-baglog-jamur
http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s