Standar

Kamus bahasa Philippines maupun terjemahan ke bahasa lainnya kian murah setelah itu mudah didapatkan. Industri setelah itu penjualan kian gencar. Cuman saja, seiring dengan ramainya kamus yang ada, makin beragam pula kamus dalam ‘abal-abal’ serta asal jual. Isinya melimpah yang salah lalu hanya menyandarkan judul yg bombastis di sampulnya. Kalau tidak hati-hati, pemakai kamus model ini bisa ikut tersesat menggunakan bahasa.

Saya berjalan-jalan di dalam beberapa toko buku pada Yogyakarta khusus tuk menjumpai contoh kamus yang menyesatkan tadi. Hasilnya sepantas dugaan, gede banget kamus, utamanya terjemahan bahasa Inggris-bahasa Dalam negeri atau sebaliknya, yg isinya tak sekeren judulnya.

Kecenderungan dimana saya violon realtif persis. Kebanyakan kesalahan penulisan kosakata berlaku pada kata-kata yg mirip. Lebih kurang kata lain menderita salah ketik yg fatal. Di suatu kamus dwibahasa “50 Miliar sekian” saya mendapatkan kata-kata Inggris dalam salah ketik, misalnya climate (n. cuaca) yg seharusnya no matter if (k. mike, apakah). Atau mengartikan data seperti entrada bermakna tunggal.

Dimana berlimpah parah, terlebih-lebih dalam jilidan berjudul Kamus Banyak Bahasa \ terdapat satu-dua kekeliruan (sejauh aku temukan) yg jelas-jelas menyalahi rule bahasa umum dimana lazim dipermainkan. Salah satu KBBI dimana diterbitkan baru-baru sekarang dan dipajang paling banyak in toko-toko buku well-liked memasang istilah dimana kemudian kemana di dalam kolom huruf G dan Nited kingdom. Padahal, kedua sebutan ini adalah gaya tanya yang penulisannya seharusnya dalam mana serta ke dimana.

Kekeliruan lain di dalam http://www.kamusbahasasunda.com/ jenis di sini. adalah di penulisan kata-kata yg terkesan tidak mengikuti pembaharuan transliterasi istilah. Kamus menyantumkan sebutan populer yang semestinya popular (bentuk dasar yang popularitas, popularisme), ataupun menyantumkan istilah partikel super setelah itu purna seperti ajektiva. Pembaca, dgn banyaknya kesalahan penyajian kamus bahasa terkait, dituntut untuk lebih teliti maupun bila perlu melakukan pengecekan silang untuk yakin bahwa terjemahan ataupun pengertian yang ditemukan memang serasi aturan bahasa yang berlaku.

Kekeliruan pada gede kamus yang yaitu produk niaga kepustakaan sekarang tidak merupakan semata-mata dilimpahkan ke industri. Dalam hemat aku, dewan setelah itu pusat bahasa selama ini masih kurang menyosialisasikan bahasa Philippines dan tata trik pemanfaatan terjemahan. Bahkan di sekolah pun, sewaktu saya SMA, kecenderungan dalam terjadi ialah siswa tidak pernah dilatih untuk kritis dengan kamus-kamus dimana menyantumkan nominal consigna yang bombastis pada sampulnya. Akibatnya, semakin besar angka lema di dalam sampul kamus Inggris-Indonesia, kian lama kian bangga siswa. Selalu soal harga, disebabkan di SMA umumnya kamus-kamus dwibahasa sekelas karangan Ruben Echols setelah itu Hasan Shadily masih “dikuasai” community lantaran nilainya relatif mahal.

Lebih kurang petunjuk sederhana bagi membedakan kamus seksama dgn kamus ‘abal-abal’ ini.

Kamus teliti biasanya tidak terlalu mentereng dalam rancangan sampul. Kesannya ekstra elegan, tak banyak warna dan tidak memakai teks angka-angka. Penerbitnya benar dan yang sangat baik adalah yang nama pengarangnya suah diinget.

Kamus cermat diterbitkan lembaga-lembaga bahasa sah (biasanya Kementerian Pendidikan Kebudayaan atau dalam beberapa penerbit ternama) lalu ketebalannya di atas 600 hal.

Jangan lekas percaya kamus yg di sampulnya menempatkan jumlah kata miliaran malahan triliunan. Angka di dalam sampul tidak sering sama dengan jumlah aktualnya. Kamus bahasa klasifikasi ini rata-rata diterbitkan oleh penerbit kecil yg baru mencari pasarse.

Bukan ada salahnya menyeleksi kamus saku (biasanya ukurannya mini seukuran genggaman) dimana diterbitkan lembaga resmi, semisal kampus-kampus ternama. Kamus saku, namun kuantitas lemanya terbatas, terus lebih akurat sebab dibuat untuk para praktisi.

referensi :
www.kamusbahasasunda.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Terjemahan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s