Pesona Pulau Tidung yang di Kepulauan Seribu

Standar

Pagi hari tersebut tampak cerah di sekitaran Kemayoran Jakarta Center. Sayapun bergegas menuju kampus Psikologi Jayabaya Jakarta dimana lokasinya di lokasi Pulomas. Dalam perjalanan teman-teman BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) request saya buat menunggu mereka in daerah Cempaka Mas saja. Sedikit lebih setengah jam lalu mereka tiba serombongan pada sebuah mobil dgn model khas rombongan yg mau holiday. Masing-masing ngaklah membawa pakaian kelewat banyak, cuma saja mungkin hampir keseluruhan isi kamar dibawa, layaknya sabun mandi, odol, sikat gigi, handuk, sunblock, kacamata hitam, pakaian tuk berenang, senter, videokameran, waterproof digicam, serta lain-lainya.

Rombongan kami infowisatapulautidung.com hadir 14 orang yang terdiri dari 2 cewek dan 12 cowok. Sebenarnya ada beberapa jadi dalam janji ikutan akan tetapo keburu ditinggal hal ini karena terlambat. Minim lebih satu quickly pull tibalah kami in pelabuhan Muara Angke untuk nantinya menyeberang menggunakan kapal menuju Pulau Tidung Kepulauan Seribu. Beragam yang bilang semisalnya Pulau Tidung ini keren abis hierdoor passing aku googling buktinya bener pula (versi foto-foto serta komentar pengunjung).

Disebabkan terlambat naik ke kapal konsekuensinya kami tidak dapat tempat tuk duduk pada bagian serius kapal dan jadinya kami berada berjejeran di company kapal sebelah kanan. Team itu berhadapan spontan dengan matahari yang dimulai terik sekitaran pukul sembilan pagi. Berharap kapal yang kami tumpangi lekas berangkat, disebabkan selain penasaran oleh pesona keindahan alam Pulau Tidung, kamipun semenjak tidak tahan dengan bau yang benar-benar menusuk. Be itu asalnya untuk surroundings pelabuhan Muara Angke yang warnanya coklat agak kehitaman (catatan khusus).

Segenap yang penumpang kapal merupakan wisatawan asing seandainya jumlahnya tidak kelewat melimpah dibandingkan wisatawan domestik. Sebab panasnya duduk dalam team terasa banget perjalanan kurang lebih 3 setengah jam buat sampai pada pulau Tidung. Tapi terbayarlah sudah keseluruhan sewakti kapal mendekati Pulau Tidung dimana siang tersebut terlihat begitu hijau serta indah di dalam balutan pesisir pantai berpasir putih. Pulau tersebut ada penduduknya pun yang rata-rata berprofesi sebagai pedagang dan penjual layanan wisata sedangkan beberapa dalam mereka berkebun serta melaut untuk memilih nafkah. Siang tersebut kami tiba hampir pukul 2 belas dan kamipun singgah in warung makan dekat dermaga. Makanannya murah meriah tetapi tentunya menyajikan menus yang biasa tertentu, yang berharga mengenyangkan (Nasi, Mie, Telur serta sera teh), itupun sanggup disesuaikan melalui isi kantong.

referensi :
infowisatapulautidung.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s